Misterius : Ilmuwan Temukan Campuran Homo Sapiens Baru dengan Denisovans

839

Ternyata manusia modern memiliki masa lalu yang lebih rumit daripada yang disadari para ilmuwan. Periset telah menemukan bahwa populasi Homo sapiens telah melakukan penukaran DNA setidaknya di dua wilayah di dunia dengan sekelompok misterius hominid yang dikenal sebagai Denisovans.

Misterius : Ilmuwan Temukan Campuran Homo Sapiens Baru dengan Denisovans

Misterius : Ilmuwan Temukan Campuran Homo Sapiens Baru dengan Denisovans

Denisovans tampaknya telah memberikan kontribusi yang sangat penting terhadapa gen manusia modern, yang hampir sama pentingnya dengan Neanderthal.

Jika kembali ke tahun 50.000 tahun yang lalu, berdasarkan tes tulang jari gadis Denisovan kecil dan sedikit molar yang ditemukan di gua Siberia pada tahun 2008. Spesies baru itu disebut Denisovan setelah nama gua di pegunungan Altai.

Pada tahun 2016 para ilmuwan berhasil melacak DNA orang Denisova ke beberapa orang Melanesia – yang tinggal di Papua Nugini dan pulau-pulau Pasifik lainnya. Dan ternyata ditemukan 5 persen keturunan Denisovan. Beberapa orang Asia Timur dan Selatan mendekati 0,2 persen. (Neanderthal telah menyumbang antara 1 persen dan 4 persen genom pada orang-orang di beberapa benua.)

Tapi setelah survei DNA manusia yang baru, para ilmuwan dari University of Washington di Seattle terkejut menemukan sebagian keturunan Denisovan. Dan sangat berbeda dengan orang-orang Asia Timur modern – khususnya orang yang tinggal di Han Cina, Dai Cina dan Jepang. DNA Denisovan ini lebih dekat kaitannya dengan sampel fosil yang ditemukan di Siberia, menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Cell.

Penemuan tersebut menunjukkan bahwa setidaknya ada dua populasi Denisovans yang tinggal di Asia, dan geografisnya yang cukup jauh.

Dilansir dari The Washington Post, peneliti DNA Harvard David Reich, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, menyebut penelitian tersebut sebagai “terobosan.” “Ini adalah acara perkawinan silang yang ketiga,” dengan menambahkan campuran Denisovan dan Neanderthal. Dia mengatakan ilmuwan lain yang menggunakan metode survei DNA serupa mungkin menemukan tambahan perkawinan silang.

Baca juga :

 

Sumber : Huffingtonpost.com




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: